Nama :
Nafisah Pradipta Rahmawati
Nim/ No : 13410039
Kelas :
PAI III E
Dosen :
Dr. Sukiman, M. Pd
Bincang
Sore
-92.3
MHz
(MQFM
Inspirasi Keluarga Indonesia)
Bersama
Ustad Soni Abdul Fattah
Siroh
Nabawiyah (Perjalanan Nabi)
Ammul
Khuzem (Tahun Kesedihan) yang terjadi pada tahun kesepuluh dari keluarga Nabi Muhammad
yang mulia dari meninggalnya paman nabi tercinta Abu Tholib dan juga istri
beliau yang tercinta Khadijah binti Wahidit ra. Kesedihan nabi bertambah ketika
nabi menawarkan Islam kepada Qobilah Said bin To’id ternyata mereka tidak
menerima malah mereka memerintahkan orang-orang bodoh, anak-anak dan para
preman untuk mengejar nabi dan melempari nabi dengan batu. Ini merupakan ujian
terberat yang dipikul Nabi Muhammad, akan tetapi Allah SWT memberikan ini semua
untuk menguji sejauhmana kesabaran Nabi yang mulia yang mengemban isi dakwah
yang sangat mulia ini. Maka, Allah memberikan bertubi-tubi ujian hingga
akhirnya Allah SWT memberikan sebuah karunia yang sangat agung kepada
kekasihnya yaitu peristiwa AL Isra’ Wal Miraj.
Peristiwa
Isra’ Miraj merupakan peristiwa yang
spektakuler. Peristiwa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari nabi dan
rasul yang pernah diutus di muka bumi ini kecuali hanya kepada Nabi Muhammad Saw.
Kapan terjadi Isra’ Miraj? Peristiwa Al Isra’ wal Miraj terjadi tahun kesepuluh
dari kenabiannya. Peristiwa ini sebagai kado penghibur dari Allah SWT dari apa
yang menimpa Nabi Muhammad Saw, yaitu kesedihan, kepedihan dan penderitaan.
Karena peristiwa ini terjadi pada paska embargo orang-orang Quraisy yang
berlangsung selama 3 tahun di wilayah bukit miliki Abu Tholib dan selama itu
nabi Saw merasa kelaparan dan ketiadaan.
Setelah
kejadian ini berlalu maka Allah SWT Memberikan penghargaan kepada Al Habib, Al
Mustofa dan Syaidina Muhammad Saw. Maka Allah SWT mengangkat beliau dan
mendekatkan kepada-Nya. Kemudian merukiyahkan pakaian-pakaian keridhoan dan
dapat menghilangkan kepedihan, penderitaan, kesedihan, keletihan dan kelelahan
serta mungkin peristiwa yang akan dihadapi dalam rangka menyampaikan risalahnya
dan menyebarkan dakwah ketauhidan.
Bagaiman
terjadinya Al Isra’ wal Miraj? Isra’
dalam bahasa berarti berjalan pada malam hari. Sedangkan menurut istilah, Isra’ adalah perjalanan di malam hari
yang dilakukan Nabi yang mulia Saw, dari Masjidil Harom di Mekkah ke Masjidil
Aqso di Palestina dalam satu malam dan ditemani Malaikat Jibril. Kemudian, Miraj dalam bahasa berarti tangga yang
naik. Sedangkan, menurut istilah Miraj
adalah naiknya Nabi kepada Allah SWT dari masjidil Aqso di palestin untuk
langit yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh terus
sampai dengan Isratul Muntaroha.
Peristiwa
Isra’ dimulai dari rumah Ummu Hadi. Di sana Nabi yang mulia keluar dari tempat
Masjidil harom ke tempat Khizib dan Habib. Waktu itu Allah SWT memerintahkan
Malaikat Jibril untuk menemui nabi yang sedang bertafakur pada apa yang
menimpanya dan kemudian menyampaikan “ya
Muhammad sungguh Allah Rabb Mu mengundang engkau untuk menjumpai-Nya, maka
persiapkan dirimu”. Sebelum nabi Saw melakukan perjalanan Al isra’,
Malaikat Jibril diminta Allah SWT untuk membelah dada nabi Saw dan mengeluarkam
hati nabi dan dicuci dengan air zam-zam kemudian keluar nampan emas yang penuh
dengan iman dan hikmah kemudian hati ini dipenuhi iman dan hikmah dan selanjutnya dikembalikan seperti
sediakala. Ini adalah kali kedua nabi mengalami pembelahan dada, yang pertama
saat nabi Saw berusia 4,5 tahun menginjak 5 tahun pada perkampungan Bani Sa’id
dan diasuh oleh Halimatus Sya’diyah.
Setelah
itu dihadirkan seekor Burok, untuk keberangkatan nabi dari Masjidil Harom ke
Masjidil Aqso. Sesampai di masjidil Aqso nabi turun dan mengikat burok di lingkaran
kecil di pintu depan masjidil Harom. Nabi masuk dan melakukan sholat, kemudian
di sana nabi bertemu dengan nabi dan rosul yang sangat banyak jumlahnya 124 ribu dan nabi Saw menjadi iman. Setelah itu, sebuah alat dinaikkan
antara Bumi dan Langit yaitu tangga.
Kemudian nabi naik di dampingi Malaikat Jibril sampai langit yang pertama dan
kemudian Malikat Jibril meminta izin pada penjaga langit. Penjaga langit pun
bertanya “Siapa Gerangan? Aku Jibril,
dan Siapa yang bersamamu? Dia nabi
Muhammad, Nabi Allah”. Kemudian saat di langit pertama nabi Saw bertemu dengan
Nabi Adam as, dilangit kedua nabi Saw bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi ‘Isa, di
langit ketiga nabi Saw bertemu dengan
Nabi Yusuf as, di langit keempat nabi
Saw bertemu dengan Nabi Idris, di langit
kelima nabi Saw bertemu dengan Nabi Harun, kemudian dilangit keenam nabi Saw
bertemu dengan Nabi Musa, dan dilangit ketujuh nabi Saw bertemu dengan Nabi
Ibrahim. Di setiap langit Nabi Muhammad Saw menerima penyambutan yang menyenangkan,
melapangkan hati, menenangkan hati dan menentramkan jiwa.
Kritik dari riview
singkat diatas:
Pada
pembelajaran PAI yang menggunakan media audio ini sangat layak untuk
pembelajaran guru dan untuk pembelajaran peserta didik bagi SMP/Mts/MA/SMA,
karena pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk melatih pendengaran
keterampilan dalam berkonsentrasi peserta didik dan tahu atau paham akan
sejarah zaman dahulu, seperti Siroh Nabawiyah. Sedangkan, untuk SD pembelajaran
media audio seperti radio cocok dan layak namun materinya disesuaikan, karena
konsentrasi anak SD berbeda dengan anak yang sudah SMP/Mts/MA/SMA. Anak SD
lebih senang bermain-main dengan teman-temannya apalagi ketika masih kelas 1.
Masih diarahkan, sehingga konsentrasi yang dimiliki kurang. Dalam mendengarkan
radio atau media audio anak SD memiliki batasan dalam berkonsentrasi dari 15-25
sedangkan anak SMP/Mts/MA/SMA batasan konsentrasi dari 25-45. Oleh karena itu,
dalam menggunakan media audio seperti radio itu sangat layak dan bermanfaat
tapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar