Selasa, 30 Desember 2014

Audio Rekaman



Nama               : Nafisah Pradipta Rahmawati
Nim/ No                 : 13410039
Kelas                      : PAI III E
Dosen                     : Dr. Sukiman, M. Pd

Bincang Sore
-92.3 MHz
(MQFM Inspirasi Keluarga Indonesia)
Bersama Ustad Soni Abdul Fattah
Siroh Nabawiyah (Perjalanan Nabi)
Ammul Khuzem (Tahun Kesedihan) yang terjadi pada tahun kesepuluh dari keluarga Nabi Muhammad yang mulia dari meninggalnya paman nabi tercinta Abu Tholib dan juga istri beliau yang tercinta Khadijah binti Wahidit ra. Kesedihan nabi bertambah ketika nabi menawarkan Islam kepada Qobilah Said bin To’id ternyata mereka tidak menerima malah mereka memerintahkan orang-orang bodoh, anak-anak dan para preman untuk mengejar nabi dan melempari nabi dengan batu. Ini merupakan ujian terberat yang dipikul Nabi Muhammad, akan tetapi Allah SWT memberikan ini semua untuk menguji sejauhmana kesabaran Nabi yang mulia yang mengemban isi dakwah yang sangat mulia ini. Maka, Allah memberikan bertubi-tubi ujian hingga akhirnya Allah SWT memberikan sebuah karunia yang sangat agung kepada kekasihnya yaitu peristiwa AL Isra’ Wal Miraj.
Peristiwa  Isra’ Miraj merupakan peristiwa yang spektakuler. Peristiwa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari nabi dan rasul yang pernah diutus di muka bumi ini kecuali hanya kepada Nabi Muhammad Saw. Kapan terjadi Isra’ Miraj? Peristiwa Al Isra’ wal Miraj terjadi tahun kesepuluh dari kenabiannya. Peristiwa ini sebagai kado penghibur dari Allah SWT dari apa yang menimpa Nabi Muhammad Saw, yaitu kesedihan, kepedihan dan penderitaan. Karena peristiwa ini terjadi pada paska embargo orang-orang Quraisy yang berlangsung selama 3 tahun di wilayah bukit miliki Abu Tholib dan selama itu nabi Saw merasa kelaparan dan ketiadaan.
Setelah kejadian ini berlalu maka Allah SWT Memberikan penghargaan kepada Al Habib, Al Mustofa dan Syaidina Muhammad Saw. Maka Allah SWT mengangkat beliau dan mendekatkan kepada-Nya. Kemudian merukiyahkan pakaian-pakaian keridhoan dan dapat menghilangkan kepedihan, penderitaan, kesedihan, keletihan dan kelelahan serta mungkin peristiwa yang akan dihadapi dalam rangka menyampaikan risalahnya dan menyebarkan dakwah ketauhidan.
Bagaiman terjadinya Al Isra’ wal Miraj? Isra’ dalam bahasa berarti berjalan pada malam hari. Sedangkan menurut istilah, Isra’ adalah perjalanan di malam hari yang dilakukan Nabi yang mulia Saw, dari Masjidil Harom di Mekkah ke Masjidil Aqso di Palestina dalam satu malam dan ditemani Malaikat Jibril. Kemudian, Miraj dalam bahasa berarti tangga yang naik. Sedangkan, menurut istilah Miraj adalah naiknya Nabi kepada Allah SWT dari masjidil Aqso di palestin untuk langit yang pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh terus sampai dengan Isratul Muntaroha.
Peristiwa Isra’ dimulai dari rumah Ummu Hadi. Di sana Nabi yang mulia keluar dari tempat Masjidil harom ke tempat Khizib dan Habib. Waktu itu Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril untuk menemui nabi yang sedang bertafakur pada apa yang menimpanya dan kemudian menyampaikan “ya Muhammad sungguh Allah Rabb Mu mengundang engkau untuk menjumpai-Nya, maka persiapkan dirimu”. Sebelum nabi Saw melakukan perjalanan Al isra’, Malaikat Jibril diminta Allah SWT untuk membelah dada nabi Saw dan mengeluarkam hati nabi dan dicuci dengan air zam-zam kemudian keluar nampan emas yang penuh dengan iman dan hikmah kemudian hati ini dipenuhi iman dan hikmah  dan selanjutnya dikembalikan seperti sediakala. Ini adalah kali kedua nabi mengalami pembelahan dada, yang pertama saat nabi Saw berusia 4,5 tahun menginjak 5 tahun pada perkampungan Bani Sa’id dan diasuh oleh Halimatus Sya’diyah.
Setelah itu dihadirkan seekor Burok, untuk keberangkatan nabi dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso. Sesampai di masjidil Aqso nabi turun dan mengikat burok di lingkaran kecil di pintu depan masjidil Harom. Nabi masuk dan melakukan sholat, kemudian di sana nabi bertemu dengan nabi dan rosul yang sangat banyak jumlahnya 124 ribu dan nabi Saw menjadi iman. Setelah itu, sebuah alat dinaikkan antara Bumi dan Langit yaitu tangga. Kemudian nabi naik di dampingi Malaikat Jibril sampai langit yang pertama dan kemudian Malikat Jibril meminta izin pada penjaga langit. Penjaga langit pun bertanya “Siapa Gerangan? Aku Jibril, dan Siapa yang bersamamu? Dia nabi Muhammad, Nabi Allah”. Kemudian saat di langit pertama nabi Saw bertemu dengan Nabi Adam as, dilangit kedua nabi Saw bertemu dengan Nabi Yahya dan Nabi ‘Isa, di langit  ketiga nabi Saw bertemu dengan Nabi Yusuf  as, di langit keempat nabi Saw bertemu dengan Nabi Idris,  di langit kelima nabi Saw bertemu dengan Nabi Harun, kemudian dilangit keenam nabi Saw bertemu dengan Nabi Musa, dan dilangit ketujuh nabi Saw bertemu dengan Nabi Ibrahim. Di setiap langit Nabi Muhammad Saw menerima penyambutan yang menyenangkan, melapangkan hati, menenangkan hati dan menentramkan jiwa.

Kritik dari riview singkat diatas:
Pada pembelajaran PAI yang menggunakan media audio ini sangat layak untuk pembelajaran guru dan untuk pembelajaran peserta didik bagi SMP/Mts/MA/SMA, karena pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk melatih pendengaran keterampilan dalam berkonsentrasi peserta didik dan tahu atau paham akan sejarah zaman dahulu, seperti Siroh Nabawiyah. Sedangkan, untuk SD pembelajaran media audio seperti radio cocok dan layak namun materinya disesuaikan, karena konsentrasi anak SD berbeda dengan anak yang sudah SMP/Mts/MA/SMA. Anak SD lebih senang bermain-main dengan teman-temannya apalagi ketika masih kelas 1. Masih diarahkan, sehingga konsentrasi yang dimiliki kurang. Dalam mendengarkan radio atau media audio anak SD memiliki batasan dalam berkonsentrasi dari 15-25 sedangkan anak SMP/Mts/MA/SMA batasan konsentrasi dari 25-45. Oleh karena itu, dalam menggunakan media audio seperti radio itu sangat layak dan bermanfaat tapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar