Selasa, 30 Desember 2014

MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN FOTO/GAMBAR DAN SKETSA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah “Pengembangan Media Dan Sumber Belajar PAI ”
Dosen Pembimbing: Dr.Sukiman,M.Pd.


Disusun oleh:
1.     Dini Fauziyati                                  (13410035)
2.     Nafisah Pradipta Rahmawati         (13410039)
3.     Fathul Hidayat                                (13410010)
Kelas: PAI III E

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA
2014



DAFTAR ISI
Kata Pengantar........................................................................................          i
Daftar Isi.................................................................................................          ii
BAB I: PENDAHULUAN....................................................................          1
A.    Latar Belakang............................................................................          1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................          1
C.     Tujuan..........................................................................................          1
BAB II: PEMBAHASAN......................................................................          2
A.    Pengertian Media Grafis.............................................................          2
B.     Gambar/Foto...............................................................................          2
C.     Sketsa..........................................................................................          5
D.    Prinsip-prinsip penggunaan media PAI.......................................          8
BAB III: PENUTUP..............................................................................          10
A.    Kesimpulan..................................................................................          10
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................          11










KATA PENGANTAR

Assalaamualaikum wr.wb

            Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Media Pembelajaran Gambar, Foto dan Sketsa” dengan baik.
Makalah ini berisikan tentang informasi mengenai media pembelajaran dengan menggunakan gambar, foto dan sketsa, serta hal-hal yang berhubungan dengan nya. Diharapkan makalah  ini dapat memberikan informasi dan bermanfaat kepada kita semua tentang media pembelajaran mengggunakan gambar, foto dan sketsa sehingga membuka cakrawala kita sebagai calon guru untuk lebih tahu dalam media pembelajaran baik pengetahuan  maupun praktek. Penulis menyadari bahwa makalah atau karya tulis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan karya tulis ini.

Wassalaamualaikum wr.wb
Yogyakarta, September 2014


 Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, membawa  pengaruh disemua bidang  salah satunya bidang pendidikan. Penerapan teknologi canggih yang kita kenal sebagai teknologi pendidikan. Kaitannya dengan hal tersebut dalam makalah ini akan dipaparkan mengenai foto, gambar dan sketsa. Akan pentingnya dalam menunjang pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi, khususnya di pendidikan agama Islam itu sendiri.
Ilmu terapan tersebut diharapkan dapat merupakan sumber pengetahuan yang bisa dimanfaatkan untuk memperbesar kemampuan kita untuk menerapkan teknologi modern pada penyelenggaraan dan pengembangan media pembelajaran maupun pengembangan pendidikan secara umum bagi para peserta didik di negeri kita.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa definisi media grafis?
2.      Bagaimana jenis media pembelajaran dalam bentuk  foto dan gambar?
3.      Bagaimana jenis media pembelajaran dalam bentuk  sketsa?
4.      Bagaimana prinsip-prinsip penggunaan media dalam pembelajaran PAI ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui definisi media grafis.
2.      Memahami jenis media pembelajaran dalam bentuk  foto dan gambar.
3.      Memahami jenis media pembelajaran dalam bentuk  sketsa.
4.      Memahami prinsip-prinsip penggunaan media dalam pembelajaran PAI.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Media grafis

Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media lainnya, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Simbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan jika tidak digrafiskan. Selain sederhana dan mudah pembuatannya, media grafis termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya.
Dibawah ini akan disajikan beberapa jenis media pembelajaran yang termasuk pada media grafis:
1.      Gambar/ foto
2.      Sketsa

B.     Gambar/foto
a)      Pengertian
Dalam kamus besar bahasa Indonesia  foto /fo·to/ n 1 potret: -- nya dimuat di dl surat kabar; 2 ki gambaran; bayangan; pantulan: ragam ilmiah seakan-akan -- kegiatan pikiran; -- finis alat perekam gambar yg ditempatkan pd sisi tertentu yg mengarah ke garis finis;  -- jarak jauh telefoto;  -- licin Kom foto yg dicetak berkilat agar menghasilkan reproduksi yg lebih tajam untuk siaran pers; berfoto /ber·fo·to/ v bergambar; berpotret: kami ~ di tepi danau itu.[1]
Gambar adalah media dua dimensi, Gambar adalah medium yang ‘diam’, Gambar menekankan gagasan pokok dan impresi, Gambar memberi kesempatan untuk diamati rincinya secara individual,  Gambar dapat menyajikan berbagai materi pelajaran. Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realitas. Foto ini dapat mengatasi ruang dan waktu.
Gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Dia merupakan bahasa yang umum, yang dapat dimengerti dan dinikmati dimana-mana. Oleh karena itu ada pepatah Cina yang mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebih banyak daripada seribu kata.[2]
Dibawah ini salah satu contoh foto/gambar dalam media pembelajaran PAI khususnya,

b)      Kelebihan-Kelebihan:
v  Memberikan tampilan yang sifatnya kongkret: gambar atau foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata
v  Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda, obyek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas. Candi Borobudur atau rumah tanah toraja dapat disajikan di depan kelas lewat  gambar maupun foto. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau, kemarin, atau bahkan beberapa detik yang lalu kadang-kadang tak dapat kita lihat seperti apa adanya , misalnya gedung WTC di New York beberapa detik sebelum ditabrak pesawat terbang oleh para teroris. Gambar atau foto amat bermanfaat dalam hal ini.
v  Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan kasat mata dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar atau foto.
v  Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.
v  Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.
c)      Kelemahan-Kelemahannya:
Ø  Gambar/foto hanya menekankan persepsi indra mata.
Ø  Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.
Ø  Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.[3]

d)     Syarat-Syarat Penggunaan Media Gambar/ Foto:

1.      Harus otentik. Gambar tersebut haruslah secara jujur melukiskan situasi seperti kalau orang melihat benda sebenarnya.
2.      Sederhana.Komposisinya cukup jelas, menunjukkan hal-hal pokok dalam gambar.
3.      Ukuran relatif. Gambar/foto dapat membesarkan dan memperkecil objek atau benda sebenarnya. Apabila gambar/ foto tersebut tentang benda atau objek yang belum dikenal atau perlu dilihat peserta didik sulit membayangkan berapa besar benda atau objek tersebut. Untuk itu baiklah disertakan objek lain yang sudah dikenal sebagai pembanding. Bagi yang belum pernah melihat surga tentu sulit membayangka betapa indahnya surga itu. Dengan pertolongan gambar pesan tersebut semakin jelas.
4.      Gambar atau foto sebaiknya mengandung gerak atau perbuatan. Gambar yang baik tidak menunjukkan objek dalam keadaan diam tetapi memperlihatkan aktivitas tertentu.
5.      Gambar yang bagus belum tentu baik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Walaupun dari segi mutu kurang, gambar/foto karya peserta didik sendiri seringkali lebh baik.
6.      Tidak setiap gambar yang bagus merupakan media yang bagus. Sebagai media yang baik,gambar hendaklah bagus dari sudut seni dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

C.    Sketsa
a)      Pengertian
Sketsa /sket·sa/ /skétsa/ n 1 lukisan cepat (hanya garis-garis besarnya); 2 gambar rancangan; rengrengan; denah; bagan; 3 pelukisan dng kata-kata mengenai suatu hal secara garis besar; tulisan singkat; ikhtisar ringkas; 4 adegan pendek pd suatu pertunjukan drama; mensketsa /men·sket·sa/ v 1 membuat lukisan cepat; 2 membuat gambar rancangan.[4]
Sketsa adalah gambar yang sederhana, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Membuat flipchar    yang baik dan menarik diperlukan variasi penyajian, tidak hanya berisi teks namun diperkaya dengan foto atau gambar yang relevan dengan materi dan tujuan. Draf kasar yang dimaksud disini adalah sketsa yang langsung dibuatkan dilembar-lembar kertas flipchart menggunaan pensil yang dapat dihapus jika sudah selesai dibuat. Membuat draf kasar perlu dilakukan untuk mengantisipasi kesalahan dalam pembuatan serta pengaturan letak yang baik, selain itu diperlukan juga untuk memudahkan pewarnaan.[5]
Karena setiap orang yang normal dapat diajar menggambar, maka setiap guru yang baik haruslah dapat menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk sketsa. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindari verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat langsung oleh guru.
Seorang guru bisa saja menerangkan proses perkembangan kupu-kupu secara lisan/verbal. Kalau mau jelas tentu saja menunjukan benda-benda sebenarnya: kupu-kupu, telornya, ulat, kepompong serta proses itu sendiri. Atau kalau  itu tak mungkin bisa dengan menunjukkan gambar/fotonya. Tetapi itu memerlukan waktu dan biaya. Sketsa yang dibuat secara tepat dan cepat sementara guru menerangkan dapat pula dipakai untuk tujuan tersebut.[6]
Seorang guru bisa saja menerangkan cara shalat fardhu yang dikenal dengan “praktek ibadah”, melalui sketsa. Salah satu contohnya
yakni:      

Sketsa ini menjelaskan bagaimana cara wudhu yang baik dan benar, namun dalam contoh ini menggunakan bahasa Inggris, dan untuk penjelasannya dari guru kepada anak didik bisa menyesuaikan bahasa sesuai kemampuan anak didik dalam memahaminya.
b)      Kelebihan Sketsa
ó  Sifatnya kongkrit.
ó  Dapat mengatasi ruang dan waktu.
ó  Dapat mengatasi pengamatan mata.
ó  Dapat menjelaskan masalah. 
ó  Murah dan mudah
c)      Kelemahan Sketsa
Ø  Hanya menekankan persepsi indera mata.
Ø  Jika bendanya/gerakannya kompleks kurang efektif untuk pembelajaran.
Ø  Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
d)     Syarat-syarat Penggunaan Sketsa
ü  Menggambar sketsa pada dasarnya menarik garis dengan tangan bebas tanpa di bantu pengaris.
ü  Kualitas garis harus diperhatikan sesuai dengan karakter dan jenis gambar yang disajukan.
ü  Kualitas gambar yang dibuat dengan pensil ditentukan oleh tingkat kehitaman garis dan lebar garis.
ü  Semua garis harus diakhiri dan dimulai dengan tegas dan harus mempunyai kaitan dengan logis dengan garis lainnya.
D.    Prinsip-prinsip Penggunaan Media dalam Pembelajaran PAI
Apabila umat Islam mau mempelajari pelaksanaan pendidikan Islam sejak zaman silam sampai sekarang, tentunya para pendidik itu telah mempergunakan media pendidikan Islam yang bermacam-macam, walaupun diakui media yang digunakan ada kekurangannya. Oleh karena itu, media pendidikan ini harus searah dengan Al-Qur’an dan as-sunnah, tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-sunnah. Prinsip-prinsip yang dapat dijadikan dasar dalam pengembangan atau penggalian kesejahteraan manusia di dunia yaitu:[7][11]
Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu”. ( Al-Hadits ).
Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia, yang termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan Islam harus mendasarkan kepada dua prinsip, yaitu:
                               1.      Memudahkan dan tidak mempersulit.
                               2.      Menggembirakan dan tidak menyusahkan.[8]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari paparan atau penjelasan di atas, maka pemakalah dapat menyimpulkan bahwa gambar/foto dan sketsa adalah suatu alat untuk memudahkan proses belajar siswa dalam memahami pesan yang disampaikan oleh guru. Sehingga gambar/foto dan sketsa tersebut dapat memberi rangsangan terhadap pikiran siswa, perasaan, perhatian, sehingga terjadi proses belajar yang  berhasil dan efisien.
Penggunaan media pembelajaran PAI tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an dan as-sunnah. Sabda Rasul yang artinya;
“Mudahkanlah, jangan engkau persuli, berilah kabar-kabar yang menggembirakan dan jangan sekali-kali engkau memberikan kabar-kabar yang menyusahkan sehingga mereka lari menjauhkan diri darimu, saling ta’atlah kamu dan jangan berselisih yang dapat merenggangkan kamu”. ( Al-Hadits ).
Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa dalam menyelenggarakan kegiatan untuk kesejahteraan hidup manusia, yang termasuk didalamnya penyelenggaraan media pendidikan Islam harus mendasarkan kepada dua prinsip, yaitu:
1.      Memudahkan dan tidak mempersulit.
2.      Menggembirakan dan tidak menyusahkan.



DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku:
Kustandi,.dkk .2013.Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: ghalia  
       Indonesia.
Nursalim, Mochamad .2013.PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN
       KONSELING.Jakarta: Akademia.
S. Sadiman, Arif. 1986.MEDIA PENDIDIKAN. Jakarta: Rajawali.
Sumber Internet:
UuASD34HQCw&usg=AFQjCNGbhAb0XctJ807Lzvtnab-YvapJNw&sig2=kBc-x9AoXGiSQdP8JIzCwA&bvm=bv.75775273,d.c2E




[1] http://kbbi.web.id/foto
[2] http://www.slideshare.net/mukhamadsulistiono/ppt-makalah-29772904
[3]  Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto. Media Pembelajaran Manual dan Digital. (Bogor: ghalia Indonesia. 2013).hlm 41-42.

[4] http://kbbi.web.id/sketsa
[5] Mochamad Nursalim, PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING.(Jakarta: Akademia,2013).hlm.66.
[6] Arif S. Sadiman, MEDIA PENDIDIKAN.( Jakarta: Rajawali, 1986).hlm.33.

[8]http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&uact=8&ved=0CFEQFjAG&url=http%3A%2F%2Fnengberbagi.blogspot.com%2F2013%2F11%2Faplikasi-media-dalam-pembelajaran-pai.html&ei=Cu4gVJeZIY-UuASD34HQCw&usg=AFQjCNGbhAb0XctJ807Lzvtnab-YvapJNw&sig2=kBc-x9AoXGiSQdP8JIzCwA&bvm=bv.75775273,d.c2E

Tidak ada komentar:

Posting Komentar